Galakkan Ekonomi Kerakyatan di Tabagsel

Senin, 05 Maret 2012 13:30

TAPSEL– Masyarakat di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel-Tapsel, Madina, Palas, Paluta dan Kota Psp) untuk menggalakkan ekonomi kerakyatan. Imabauan ini datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) Sumatera Utara (Sumut).
Ketua DPD PDI-Perjuangan Sumut, Panda Nababan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan, H Eddy Rangkuti saat acara pengukuhan pengurus PAC, ranting, kader dan simpatisan PDI-Perjuangan se-Dapil 5 Tapsel meliputi Kecamatan Arse, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) dan Kecamatan Aek Bilah, mengajak masyarakat tidak hanya di Tapsel tetapi di seluruh wilayah Tabagsel untuk merapatkan barisan dalam bingkai Dalihan Natolu.
“Jika persatuan dan kesatuan sudah terajut kembali, maka masyarakat Tabagsel harus mau dan berani secara bersama-sama melaksanakan jihad suci untuk melawan neokapitalis yang kini semakin merajalela,” ajaknya Sabtu (3/3) lalu, bertempat di halaman Puskesmas Simangambat.
Menurut anggota DPRDSU ini, masyarakat Tabagsel semakin terpinggirkan akibat kerakusan dan hedonisme yang di pertontonkan para pemodal yang datang dari luar Tabagsel. Bahkan kaum kapitalis yang bergerak di bidang perkebunan dan pertambangan tak segan-segan memburu penduduk asli dari tanah warisan nenek moyang sendiri.
“Apa yang terjadi di sejumlah perkebunan besar dan pertambangan emas seperti di Batang Toru dan Madina agar menjadi pelajaran. Dimana saudara-saudara kita banyak yang diburu dan diusir dari tanah leluhurnya, pada akhirnya telah memberi cukup bukti bagi kita semua bahwa dihadapan kita telah terjadi pameran kekuatan yang dibacking oleh para pemegang kekuasan,” ujarnya.
Tak hanya sebatas itu, lanjutnya, pameran kekuatan dan kekuasan ala mafioso tersebut terus berkembang ke arah pengurasan dan pengrusakan sumber daya alam yang selama ni sangat dijaga oleh masyarakat luas. Hal ini membuat konstelasi dan konstruksi serta nilai kehidupan masyarakat di Tabagsel terus mengalami degradasi yang dikhawatirkan akan mencapai titik nadir pada beberapa tahun lagi.
“Berkaitan dengan kenyataan pahit yang memilukan sanubari tersebut, kami mengingatkan bahwa pada dasarnya masyarakat Tabagsel adalah masyarakat yang sudah memiliki sejarah panjang dalam segala bidang kehidupan,” ungkapnya.
Masyarakat Tabagsel tuturnya, pernah memiliki apa saja, pernah belajar dimana saja, pernah menduduki jabatan apa saja dan sudah pasti berpengalaman dalam hal apa saja. Namun yang jadi persoalan belakangan ini adalah semakin menipisnya semangat kebersamaan, tidak adanya lagi kekompakan dan kegotong-royongan, minimnya kerelaan untuk berkorban dan makin hilangnya peran dalihan na tolu dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. “Padahal inti kekuatan kita sangat tergantung pada kebersamaan yang diwariskan nenek moyang sejak zaman dulu kala,” paparnya.
Karena itu dirinya yang mengaku punya hubungan batin khusus dengan Tabagsel berharap agar masyarakat Tabagsel baik yang dikampung halaman maupun diperantauan segera menyatukan persepsi untuk menata kembali Tabagsel yang sudah rusak dilantak para penjajah ekonomi gaya baru.
“Tak ada kata lain, semua komponen warga Tabagsel harus segera bertindak cepat untuk menyelamatkan wilayah dan masyarakat Tabagsel yang sudah sedemikian rusaknya. Bulatkan tekad dan keberanian, singkirkan para penjajah ekonomi yang tidak pernah berpihak kepada kepentingan rakyat kecil. Hancurkan neokapitalisme dan tegakkan kembali panji-panji ekonomi kerakyatan,” imbaunya.
Khusus kepada PAC dan ranting yang dilantik, dirinya meminta agar kader partai selalu menempatkan dirinya sebagai warga pelopor yang pro aktif. Dengan kata lain menurutnya pengurus partai harus mampu dan mau jadi motivator dan harus selalu berada digaris terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat banyak.
“Kalau ada pengurus partai yang tidak mau mengurusi kepentingan rakyat, tidak mau meringankan beban yang dihadapi rakyat atau mungkin lebih suka menyakiti hati rakyat setelah menjadi anggota dewan, maka pengurus yang seperti itu harus segera dicoret dari daftar kepengurusan partai . Tak ada gunanya mempertahkan kader yang culas, karena hal tersebut pasti akan merusak kepentingan partai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s